Skip to content

My Blog

My WordPress Blog

Menu
  • Sample Page
Menu
Lapis pondasi dasar & atas

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Jalan Raya Step By Step

Posted on December 15, 2025

Proses Lengkap Pembangunan Jalan Raya: Survei, Pondasi, hingga Aspal

Lapis pondasi dasar & atas

Pembangunan jalan raya memerlukan perencanaan matang, prosedur teknis, dan kontrol kualitas yang ketat. Jalan yang baik tidak hanya memperlancar transportasi, tetapi juga meningkatkan ekonomi dan keselamatan pengguna.

Artikel ini membahas tahapan pelaksanaan pekerjaan jalan raya mulai studi awal, pembuatan badan jalan, lapis pondasi, pengaspalan atau betonisasi, finishing dan quality control, hingga kesimpulan.

Studi Awal & Survei Lokasi

Sebelum konstruksi, tahap awal sangat penting untuk menentukan desain jalan, kapasitas, dan biaya proyek.

Langkah-langkah studi awal:

  1. Pengumpulan Data Geografis
    • Peta topografi, hidrologi, dan kondisi tanah
    • Identifikasi rute dan kontur lahan
  2. Survei Lapangan
    • Mengukur elevasi, kemiringan, dan panjang rute
    • Identifikasi titik rawan banjir atau longsor
  3. Uji Tanah & Geoteknik
    • Uji SPT, kepadatan tanah, kadar air, dan karakteristik tanah dasar
  4. Penentuan Tipe Jalan
    • Jalan aspal, beton, atau campuran
    • Berdasarkan lalu lintas, beban kendaraan, dan umur rencana
  5. Rencana Drainase & Saluran
    • Menentukan lokasi gorong-gorong, talang, dan drainase samping

Tahap ini memastikan desain jalan sesuai kondisi lapangan dan meminimalkan risiko kerusakan di masa depan.

Pembuatan Badan Jalan

Badan jalan adalah struktur utama yang menopang seluruh lapisan jalan dan lalu lintas.

Tahapan pembuatan badan jalan:

  1. Pembersihan Lahan
    • Menebang pohon, membersihkan semak, dan membuang batu besar
  2. Pemotongan & Timbunan Tanah (Cut & Fill)
    • Pemotongan bukit dan pengurugan lembah
    • Menggunakan grader, bulldozer, dan excavator
  3. Pemadatan Tanah Dasar
    • Roll tanah menggunakan vibratory roller atau tandem roller
    • Memastikan kepadatan minimum 95% Proctor Standard
  4. Kontrol Kualitas Tanah Dasar
    • Uji kepadatan, kadar air, dan stabilitas tanah
    • Memastikan tanah dasar mampu menahan beban lapisan atas

Badan jalan yang kuat menjadi dasar kokoh untuk lapisan pondasi dan permukaan jalan.

Lapis Pondasi Dasar & Atas

Setelah badan jalan terbentuk, lapis pondasi jalan menjadi tahap kritis untuk menjamin kekuatan dan umur jalan.

Lapis pondasi dasar (sub-base):

  • Fungsi: mendistribusikan beban dari lapisan atas ke tanah dasar
  • Material: batu pecah, gravel, atau material stabilisasi tanah
  • Ketebalan: 15–25 cm, tergantung desain

Lapis pondasi atas (base course):

  • Fungsi: menahan beban langsung dari lalu lintas
  • Material: agregat bergradasi, ASPHALT BASE atau beton bertulang ringan
  • Ketebalan: 15–20 cm

Tahapan pengerjaan:

  1. Sebar material secara merata
  2. Pemadatan bertahap menggunakan roller
  3. Kontrol ketebalan dan kemiringan untuk drainase
  4. Uji kualitas agregat dan kepadatan

Lapisan pondasi yang baik mengurangi retak dan deformasi permukaan jalan.

Pengaspalan / Betonisasi

Lapisan permukaan menentukan kenyamanan dan daya tahan jalan.

Jika menggunakan aspal:

  1. Pemasangan Prime Coat & Tack Coat
    • Mengikat lapisan pondasi dan lapisan permukaan aspal
  2. Penyebaran Hot Mix Asphalt (HMA)
    • Menggunakan asphalt paver, rata dan tekan
  3. Pemadatan Lapisan Aspal
    • Menggunakan tandem roller untuk menghilangkan rongga udara

Jika menggunakan beton:

  1. Pemasangan Bekisting & Penulangan
    • Beton bertulang agar menahan beban kendaraan
  2. Pengecoran Beton (Cast in Place)
    • Menggunakan concrete mixer dan vibratory screed
  3. Perawatan Beton (Curing)
    • Menjaga kelembaban agar beton mengeras dengan baik
  4. Pemotongan Sambungan Beton
    • Mencegah retak akibat perubahan suhu

Kontrol kualitas permukaan:

  • Ketebalan lapisan
  • Kepadatan dan kekerasan
  • Kemiringan untuk aliran air

Pengaspalan atau betonisasi yang baik meningkatkan kenyamanan, umur jalan, dan keamanan lalu lintas.

Finishing & Quality Control

Tahap finishing menjamin jalan siap digunakan dan memenuhi standar konstruksi.

Langkah-langkah finishing:

  1. Penandaan Jalan
    • Marka, garis, zebra cross, dan simbol lalu lintas
  2. Pemasangan Rambu & Guardrail
    • Memastikan keselamatan pengendara
  3. Pembersihan Area Proyek
    • Buang sisa material dan alat berat
  4. Kontrol Kualitas Akhir
    • Pemeriksaan ketebalan lapisan, kemiringan, dan tekstur permukaan
    • Uji CBR (California Bearing Ratio) atau deflection test untuk jalan beton/asphalt

Evaluasi hasil pekerjaan:

  • Memastikan sesuai spesifikasi teknis dan standar SNI atau AASHTO
  • Membuat laporan lengkap sebagai dokumentasi proyek

Penutup

Pelaksanaan pekerjaan jalan raya harus dilakukan secara sistematis dan terkontrol.

Rangkuman langkah penting:

  1. Studi awal dan survei lokasi untuk perencanaan matang
  2. Pembuatan badan jalan yang kuat sebagai fondasi
  3. Lapis pondasi dasar dan atas untuk mendukung beban
  4. Pengaspalan atau betonisasi untuk permukaan jalan tahan lama
  5. Finishing dan quality control memastikan jalan aman dan nyaman digunakan

Dengan mengikuti metode step by step ini, proyek jalan raya lebih efisien, aman, dan menghasilkan kualitas tinggi, sekaligus mengurangi risiko perbaikan di masa depan.

Ingin tahu cara akurat menentukan jenis tanah untuk konstruksi rumah tinggal? Baca selengkapnya sekarang dan klik tautan ini untuk melihat jadwal terbaru dan penawaran spesial

Referensi

  1. Khanna, S.K., Highway Engineering, 2019.
  2. SNI 03-1733-2004, Tata Cara Perencanaan Jalan Raya.
  3. AASHTO, A Guide for Design of Pavement Structures, 2020.
  4. Sharma, S.K., Road Construction Materials and Methods, 2018.
  5. Jurnal Construction and Building Materials, 2020–2023: artikel pengaspalan dan betonisasi jalan.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Dari Nol Jadi Engineer Andal: Roadmap Belajar Basic Civil untuk Pemula
  • 10 Project Latihan Basic Civil untuk Meningkatkan Skill Teknik Sipil
  • Pekerjaan Struktur vs Arsitektur: Jangan Sampai Salah Paham!
  • Cara Membuat Jadwal Kerja Proyek (Kurva S) dalam Hitungan Menit
  • Tips Manajemen Proyek Konstruksi agar Tepat Waktu & Efisien

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • December 2025
  • November 2025

Categories

  • basic civil
  • pelatihan
  • soft skill
  • strategi
  • training
  • Uncategorized
©2026 My Blog | Design: Newspaperly WordPress Theme